Tampilkan postingan dengan label agustus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agustus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Oktober 2012

Kumpulan Twit @satubahasaID Bulan Agustus 2012

  1. normatif:  berpegang teguh pd norma; menurut norma atau kaidah yg berlaku #KBBI
  2. prominen: (1) terkemuka (tt orang); (2) menonjol (tt benjolan, tulang, dsb) #KBBI
    eksentrik:  aneh; ganjil; tidak wajar #KBBI
  3. dikotomi: pembagian atas dua kelompok yg saling bertentangan #KBBI
  4. aksen:  tekanan suara pd kata atau suku kata #KBBI
  5. etimologi: cabang ilmu bahasa yg menyelidiki asal-usul kata serta perubahan-perubahan dl bentuk dan makna #KBBI
  6. prahara:  angin ribut; angin topan; badai ~> turunan Bahasa Jawa #KBBI
  7. dualisme: paham bahwa dl kehidupan ini ada dua prinsip yg saling bertentangan (spt ada kebaikan ada pula kejahatan) #KBBI
  8. nihilisme: paham aliran filsafat sosial yg tidak mengakui nilai2 kesusilaan, kemanusiaan, keindahan, dsb, juga segala bentuk kekuasaan #KBBI
  9. efektif: ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); mujarab; manjur #KBBI
  10. efisien:  tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dng tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya) #KBBI
  11. praja: kota; negeri #KBBI
  12. justifikasi: putusan (alasan, pertimbangan) berdasarkan hati nurani #KBBI

Minggu, 01 Januari 2012

Kumpulan Twit @satubahasaID Bulan Agustus 2011

  1. dari sisi linguistik, Bahasa Indonesia adalah salah satu varian Bahasa Melayu, dasarnya adalah Bahasa Melayu Riau pada abad ke-19
  2. meskipun saat ini Bahasa Indonesia dipahami lebih dari 90% warga Indonesia, tapi Bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu
  3. penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa"
  4. sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu
  5. Di tahun 1901, Indonesia (sebagai Hindia-Belanda) mengadopsi ejaan Van Ophuijsen
    pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson